Bahasa Indonesia NLP
Collection
Kurasi manual dataset & model NLP Indonesia: chat, instruksi, QA, slang, cerita rakyat. Semua dicoba dulu, bukan asal comot. • 69 items • Updated
id int64 1 120 | honorific stringlengths 2 10 | context stringlengths 16 177 | region stringlengths 4 84 | politeness int64 1 5 | note stringlengths 38 167 |
|---|---|---|---|---|---|
10 | Kyai | gelar agama Islam, untuk ulama/pemimpin pesantren; formal dan hormat | Jawa | 5 | dipakai santri dan masyarakat umum untuk menghormati ahli agama atau pengasuh pesantren; istri kyai sering dipanggil Nyai |
85 | Emak | panggilan sehari-hari untuk ibu, suasana keluarga/akrab | Betawi/Jakarta, juga dikenal luas di Jawa dan Sumatra | 2 | dipakai langsung saat memanggil ibu di rumah; hangat dan dekat, bukan untuk orang asing. |
96 | Dik | informal, orang lebih tua/lebih senior menyapa yang lebih muda, termasuk orang asing (pasar, sekolah, antrean) | nasional, terutama Jawa dan sekitarnya | 2 | Singkatan 'adik'; panggilan hangat sehari-hari, bukan untuk orang yang dituakan. |
115 | Namboru | keluarga; memanggil kakak/adik perempuan ayah (bibi dari pihak ayah) adat Batak | Sumatera Utara (Batak Toba) | 3 | dipakai sehari-hari dalam keluarga Batak untuk menyapa bibi dari pihak ayah, juga untuk perempuan semarga ayah |
93 | Abi | keluarga Muslim; panggilan ke ayah atau guru ngaji/ustadz | Indonesia (lingkungan Muslim/pesantren) | 3 | Umum dipakai anak-anak santri ke ayah kandung atau ke guru agama yang dihormati seperti ayah sendiri. |
31 | Pakde | keluarga, memanggil kakak laki-laki dari ayah atau ibu | Jawa | 3 | dipakai sehari-hari untuk paman yang lebih tua dari orang tua; yang lebih muda dipanggil Paklik |
94 | Paman | keluarga; memanggil kakak laki-laki orang tua, juga kepada pria yang lebih tua yang dikenal | nasional | 2 | dipakai luas sehari-hari menggantikan 'om' pada beberapa keluarga; tingkat hormat sedang |
88 | Ceuceu | keluarga, informal, memanggil kakak perempuan atau wanita yang lebih tua | Sunda (Jawa Barat, Banten) | 3 | Dipakai sehari-hari seperti 'kakak', khas Sunda; akrab tetapi tetap hormat kepada yang lebih tua. |
97 | Nona | memanggil perempuan muda yang belum menikah, dipakai sehari-hari di kafe, toko, transportasi, atau hotel | umum, terutama Jawa dan kota-kota besar | 3 | sapaan sopan setingkat 'Miss'; di Jawa jarang dipakai antar tetangga, lebih umum di layanan publik |
110 | Jeng | sehari-hari, semi-akrab hormat untuk perempuan sebaya atau sedikit lebih tua | Jawa (Yogyakarta/Solo) | 3 | Pasangan dari 'Mas'; dipakai di pasar, kantor, atau pergaulan akrab tapi tetap sopan. |
48 | Babe | Panggilan akrab sehari-hari kepada ayah atau lelaki lebih tua, formalitas rendah tetapi sopan dalam budaya Betawi | Betawi (Jakarta) | 2 | Kependekan dari 'bapak'; sering dipakai di rumah, pasar, dan lingkungan sekitar. |
80 | Teungku | gelar agama untuk ulama/teungku di pesantren, dipakai formal dan keseharian | Aceh | 5 | Untuk panggilan hormat kepada tokoh agama (Tgk), lebih resmi daripada Ustadz. |
89 | Kaka | sehari-hari, keluarga & non-formal: memanggil kakak kandung atau orang lebih tua yang dihormati | Indonesia Timur (Ambon, Manado, Ternate, Papua, Timor) | 3 | Setara 'Kak' di Jawa, bentuk 'Kaka' khas dan sangat umum di masyarakat Maluku, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, dan NTT. |
33 | Mbak | sehari-hari untuk perempuan yang lebih muda/sebaya, di pasar, warung, kantor, online | Jawa, kini dipakai nasional | 3 | panggilan sopan namun akrab, padanan 'kakak perempuan' bagi orang Jawa; lawan 'Mas' untuk laki-laki |
17 | Andi | gelar bangsawan; dipakai pada nama orang keturunan bangsawan, formal/semi-formal | Sulawesi Selatan (Bugis-Makassar) | 4 | Diletakkan di depan nama asli, mis. Andi Muhammad; bukan seruan langsung seperti 'Pak'. |
63 | Bunda | panggilan sayang/hormat kepada ibu atau perempuan yang dituakan; keluarga dan informal, juga di media | Indonesia (nasional, terutama Jawa dan perkotaan) | 3 | Dipakai anak ke ibu, lebih hangat daripada 'Ibu'; umum juga untuk figur ibu di publik. |
83 | Bulik | Panggilan keluarga ke bibi yang lebih muda dari orang tua, informal-hormat | Jawa | 3 | Dipakai sehari-hari seperti Om/Tante, tapi khusus bibi muda; di KBBI tercantum sebagai kependekan bibi + lik. |
98 | Amaq | Panggilan keluarga sehari-hari untuk ayah, kerap diikuti nama anak sulung (misal: Amaq Rian); digunakan suku Sasak. | Lombok, Nusa Tenggara Barat | 4 | Umum dipakai di Lombok; padanan perempuan adalah Inaq. |
52 | Den | panggilan hormat untuk pria muda bangsawan Jawa, sehari-hari di lingkungan keraton dan keluarga ningrat | Jawa Tengah, Yogyakarta, Solo | 4 | singkatan dari Raden; dipakai untuk memanggil putra priyayi, juga sebagai sapaan hormat non-formal di sekitar kraton |
69 | Mamanda | sapaan hormat untuk laki-laki yang lebih tua atau terpandang; sehari-hari dipakai seperti 'Pak' tapi lebih akrab | Kalimantan Selatan (Banjar) | 4 | Umum di Banjarmasin untuk menghormati orang tua/guru; juga gelar adat sultan Banjar. |
9 | Acil | Memanggil kakak perempuan orang tua (bibi), juga umum untuk perempuan setengah baya yang dikenal; keluarga/akrab, sopan-hangat | Kalimantan Selatan (Banjar) | 3 | Dipakai sehari-hari di Banjarmasin; mirip 'Tante'/'Bibi' tapi khas Banjar. |
62 | Nek | panggilan hormat-akrab kepada perempuan lanjut usia atau nenek, dipakai dalam keluarga dan percakapan sehari-hari | Jawa dan Indonesia | 4 | singkatan 'Nenek'; lazim untuk menyapa nenek kandung maupun wanita tua yang dihormati |
99 | Tulang | Panggilan keluarga dari keponakan kepada paman dari pihak ibu (saudara laki-laki ibu), dipakai sehari-hari dan dalam acara adat Batak | Sumatera Utara (Batak: Toba, Karo, Simalungun, Mandailing) | 4 | Sapaan hormat yang menunjukkan peran penting tulang dalam kekerabatan dan upacara adat Batak. |
109 | Bos | pasar, tukang parkir, pekerja informal, juga tempat kerja santai; memanggil pembeli/atasan tanpa nama | seluruh Indonesia | 3 | sopan tapi santai, paling sering dipakai pedagang ke pembeli laki-laki |
8 | Bundo | ibu kandung atau sesepuh perempuan; hormat-sayang, keluarga/adat | Minangkabau (Sumatera Barat) | 4 | Dipakai anak ke ibu, juga ke perempuan tua yang dihormati di acara adat. |
2 | Uda | panggilan sehari-hari untuk kakak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua; juga sapaan hormat nonformal di ranah Minang | Minangkabau (Sumatera Barat) | 3 | Dipakai dalam keluarga dan pergaulan sehari-hari; untuk yang lebih muda biasanya dipanggil 'Uni' (perempuan) atau nama saja. |
79 | Bung | panggilan akrab untuk laki-laki sebaya atau lebih tua, dipakai antarrekan dan aktivis | Nasional (Betawi) | 2 | Sempat populer era Bung Karno, masih dipakai untuk menyapa sesama pejuang/aktivis atau sesama laki-laki secara egaliter. |
71 | Juragan | panggilan hormat kepada pemilik usaha/tempat dagang, juga sapaan sopan kepada penjual atau tokoh masyarakat di lingkungan pasar/perdagangan | Jawa (umum di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur) | 3 | dipakai sehari-hari untuk menyapa orang yang dianggap lebih berada atau berkuasa, seperti majikan, bos warung, atau pemilik toko; di pesisir juga berarti nahkoda kapal |
27 | Om | tidak formal, sapaan sehari-hari ke pria dewasa yang lebih tua atau teman keluarga (juga umum di keluarga keturunan Tionghoa) | Jakarta/Betawi, kini dipakai luas di kota-kota Indonesia | 2 | padanan santai 'paman'; dipakai langsung ke orangnya atau saat menyebutnya |
81 | Nak | orang dewasa memanggil anak atau orang yang jauh lebih muda, biasanya diakhiri dengan nasihat/teguran; akrab dan hangat | umum di seluruh Indonesia, terutama Jawa dan Sumatera | 1 | dari 'anak'; dipakai sehari-hari di rumah, pasar, atau ke pengemis/peminta-minta, bukan untuk orang yang dihormati |
22 | Ajengan | panggilan hormat untuk ulama/guru ngaji, dipakai dalam percakapan sehari-hari di lingkungan pesantren dan masyarakat santri; bisa formal maupun informal | Jawa Barat (Sunda), juga dikenal di Banten | 4 | Sama kedudukan dengan Kyai di Jawa; santri dan warga menyapa pimpinan pesantren dengan 'Ajengan' . |
53 | Bu | formal ringan sehari-hari, kepada perempuan dewasa/lebih tua, guru, atau penjual di pasar | seluruh Indonesia (umum dipakai di Jawa) | 2 | singkatan dari Ibu; dipakai saat memanggil ibu, guru, atau wanita yang dihormati, lebih akrab daripada 'Ibu'. |
42 | Koko | kakak laki-laki atau pria yang lebih tua; semi-formal, keluarga dan sehari-hari | masyarakat Tionghoa-Indonesia (Jakarta, Medan, Pontianak, dll) | 2 | Serapan Hokkien; umum dipakai di keluarga Tionghoa dan di warung/restoran untuk memanggil pria. Berpasangan dengan Cici untuk perempuan. |
51 | Koh | panggilan akrab sehari-hari untuk laki-laki yang lebih tua, terutama dalam keluarga dan sesama etnis Tionghoa; dipakai di rumah, toko, dan lingkungan informal | Tionghoa Indonesia (Jakarta, Medan, Pontianak) | 2 | Bermakna kakak laki-laki dalam bahasa Hokkien, dipakai sebagai sapaan hormat tetapi tetap akrab, misalnya "Koh, ini pesanannya". Padanan untuk perempuan adalah "Ci". |
67 | Ustadzah | Guru ngaji, penceramah perempuan, atau istri ustadz; dipakai di pengajian, majelis ta'lim, TPQ, dan lingkungan pesantren | nasional, umum di lingkungan Muslim Indonesia | 4 | Santri dan jamaah biasa memanggil ustadzah untuk menghormati perempuan yang mengajar agama. |
40 | Bapak | formal, menghormati pria lebih tua atau pejabat; pidato, surat resmi, kantor | seluruh Indonesia (nasional) | 4 | Bentuk lengkap 'Pak'; dipakai saat bicara resmi atau menulis surat, bukan obrolan santai. |
68 | Ama | panggilan sehari-hari untuk ayah dalam keluarga Nias; juga dipakai sebagai teknonim, mis. 'Ama Yanto' = bapak dari Yanto | Nias, Sumatera Utara | 3 | umum dipakai orang Nias; memanggil laki-laki tua dengan 'Ama' + nama anaknya adalah bentuk hormat |
35 | Mas | sehari-hari/semi-formal; memanggil laki-laki yang lebih tua atau sebaya, sering di pasar, warung, kantor | Jawa (Yogyakarta, Solo, Surabaya, sekitarnya) | 2 | padanan 'kakak laki-laki'; sangat umum dipakai orang Jawa ke laki-laki yang dihormati selevel, dari keluarga hingga pedagang |
61 | Nini | panggilan keluarga/lingkungan Sunda untuk nenek atau perempuan tua; akrab namun hormat | Jawa Barat (Sunda) | 3 | Anak-anak memanggil neneknya 'Nini'; juga dipakai menyapa perempuan sepuh di kampung. |
39 | Tante | keluarga/sosial; perempuan dewasa sebaya orang tua atau teman keluarga, akrab | nasional, perkotaan | 3 | untuk bibi kandung maupun orang yang lebih tua yang bukan kerabat |
60 | Bibi | keluarga, nonformal; memanggil bibi/wanita yang lebih tua | Indonesia umum | 2 | Dipakai untuk memanggil adik perempuan orang tua, juga kadang ke wanita lain yang seusia bibi. |
56 | Aa | panggilan keluarga/tidak formal untuk kakak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua | Sunda (Jawa Barat, Banten) | 3 | Dipakai sehari-hari seperti 'Bang' di Jakarta; menandakan rasa hormat dan keakraban. |
77 | Datuak | Adat dan formal; disematkan kepada penghulu/ketua adat Minangkabau | Sumatera Barat (Minangkabau) | 5 | Gelar pusaka yang dipakai setelah diangkat; bukan sekadar panggilan sayang. |
23 | Bapa | Panggilan sehari-hari untuk ayah atau laki-laki yang lebih tua; juga untuk penyambut tamu di gereja | Papua (juga Maluku dan NTT) | 3 | Umum di keluarga dan lingkungan adat; lebih hangat daripada Bapak. |
64 | Neng | Panggilan sehari-hari kepada adik perempuan atau perempuan muda; dipakai orang tua ke anak muda atau di pasar/warung. Akrab, bukan untuk yang lebih tua. | Jawa Barat/Sunda, juga umum di Betawi/Jakarta | 2 | Padanan perempuan dari Aa; populer lewat bahasa Sunda dan Betawi. |
66 | Paklik | memanggil paman yang lebih muda dari orang tua (adik laki-laki ayah/ibu); dipakai di rumah, keluarga, dan lingkungan sekitar, informal tapi sopan | Jawa Tengah dan Jawa Timur (masyarakat Jawa) | 3 | Bisa diikuti nama: 'Paklik Joko'; bentuk pendeknya 'Lik' umum di Jawa Timur. |
24 | Romo | panggilan hormat untuk pastor Katolik; di Jawa juga berarti 'bapak' untuk lelaki dituakan | Jawa (umum dipakai umat Katolik seluruh Indonesia) | 5 | dipakai langsung atau di depan nama: 'Romo Anton'. Lebih akrab daripada Bapak di ranah gereja. |
41 | Haji | gelar agama/kehormatan, formal dan sehari-hari, untuk pria yang sudah menunaikan ibadah haji | seluruh Indonesia (terutama komunitas Muslim, umum di kampung-kota) | 4 | Nama orang disapa/disebut 'Haji + nama' setelah pulang haji; untuk perempuan: Hajjah/Hajah. |
100 | Inyiak | panggilan kepada orang tua atau ulama yang dihormati; dipakai dalam keluarga dan masyarakat Minangkabau | Sumatera Barat (Minangkabau) | 4 | sehari-hari dipakai untuk orang lanjut usia atau tokoh agama, bukan hanya kakek/nenek kandung. |
113 | Inaq | keluarga/panggilan hormat untuk ibu atau perempuan yang lebih tua | Lombok (Suku Sasak) | 3 | Selain ibu kandung, dipakai untuk menyapa perempuan sepuh/terhormat dalam pergaulan sehari-hari orang Sasak. |
25 | Mbah | keluarga (kakek/nenek) dan hormat kepada orang tua yang dituakan | Jawa (Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur) | 3 | Dipakai memanggil kakek/nenek atau sepuh yang dihormati di masyarakat Jawa. |
7 | Bude | panggilan sehari-hari untuk bibi atau perempuan yang lebih tua (sepantar ibu), baik keluarga maupun tetangga | Jawa (Jawa Tengah, Jawa Timur) | 3 | Menghormati perempuan sepantar ibu dengan nada akrab; pasangan laki-lakinya: Pakde. |
57 | Nyai | Panggilan hormat untuk istri kiai atau perempuan terpandang di lingkungan pesantren; juga gelar kebangsawanan di Jawa | Jawa (pesantren) | 4 | Dipakai di pesantren untuk menghormati nyai (istri kiai); di kalangan bangsawan Jawa sebagai panggilan untuk perempuan bangsawan. |
91 | Ina | panggilan sehari-hari kepada ibu, dalam keluarga | Papua | 2 | dipakai anak-anak memanggil ibu; sederhana dan hangat, bukan formal |
19 | Simbok | keluarga & pasar; memanggil ibu kandung atau perempuan yang lebih tua, informal namun hangat | Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur | 3 | sering dipakai pembeli memanggil penjual perempuan tua di pasar, atau anak memanggil ibu |
50 | Inang | Memanggil ibu kandung, atau sapaan hormat kepada perempuan yang lebih tua di lingkungan keluarga/adat Batak | Batak (Sumatera Utara) | 3 | Pasangan dari Amang; dipakai sehari-hari di rumah dan acara adat, kadang disingkat Inangda untuk 'ibu kita'. |
119 | Kanda | panggilan hormat kepada kakak laki-laki, laki-laki yang lebih tua, atau suami; dipakai dalam suasana formal, sastra, atau keluarga tradisional | Nasional, kuat di Jawa dan Sumatera | 3 | masih dipakai dalam pertuturan halus dan keluarga bangsawan/santri; di keseharian sering tergantikan oleh Kak atau Mas |
43 | Pak | sehari-hari, formal maupun informal; untuk pria dewasa, atasan, guru, pejabat, atau ayah | nasional (seluruh Indonesia) | 3 | kependekan dari Bapak; paling umum dipakai di semua situasi, dari pasar sampai kantor |
3 | Teteh | Keluarga dan nonformal: untuk kakak perempuan atau perempuan yang lebih tua, akrab namun tetap hormat | Jawa Barat (Sunda) | 3 | Dipakai sehari-hari, sering disingkat 'Teh'; untuk menyapa perempuan yang lebih tua meski tak kenal dekat. |
104 | Hajjah | sapaan hormat untuk perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji; dipakai formal/semi-formal, terutama di lingkungan religius | Indonesia (umum, khususnya komunitas Muslim di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan) | 4 | padanan perempuan dari Haji; masih dipakai sehari-hari di acara keagamaan dan pergaulan kaum tua. |
73 | Mbok | Panggilan sopan sehari-hari kepada perempuan Bali yang lebih tua, juga untuk kakak perempuan; sering dipakai saat berhadapan dengan penjual atau pelayan perempuan di Bali. | Bali | 3 | Umum dijumpai dalam interaksi harian di Bali; pasangan laki-laki adalah Bli. |
74 | Ayah | keluarga, formal | Indonesia (nasional) | 3 | panggilan sehari-hari untuk ayah, dipakai dalam keluarga maupun formal |
37 | Kang | Panggilan untuk laki-laki yang lebih tua atau dianggap lebih berpengalaman; dipakai sehari-hari di pasar, warung, atau antar rekan kerja | Sunda/Jawa Barat, Banten, Jakarta | 3 | Berasal dari 'akang' (kakak laki-laki dalam bahasa Sunda); akrab namun tetap hormat. |
47 | Raden | gelar bangsawan Jawa, dipakai di depan nama atau sebagai sapaan hormat | Jawa | 4 | dipakai untuk keturunan bangsawan; kadang jadi nama depan, bukan sapaan langsung di pasar |
38 | Abah | Keluarga/informal-hormat, panggilan untuk ayah sendiri atau pria tua yang dituakan | Jawa Barat (Sunda) dan Betawi (Jakarta) | 3 | Dipakai sehari-hari untuk memanggil ayah; juga sopan untuk pria sepuh di kampung |
11 | Bang | panggilan sehari-hari untuk laki-laki yang lebih tua atau sebaya, suasana akrab/semi-formal | Betawi Jakarta dan Melayu | 2 | dipakai di pasar, warung, atau pertemanan; untuk yang lebih tua juga sopan tapi tetap santai |
75 | Tuan Guru | menyebut/memanggil ulama atau tokoh agama Islam, sangat hormat, formal/keagamaan | Lombok, Nusa Tenggara Barat | 5 | dipakai sehari-hari oleh masyarakat Sasak untuk pemuka agama, contoh 'Tuan Guru Bajang' |
16 | Eyang | Panggilan untuk kakek/nenek; keluarga Jawa, juga hormat kepada orang tua secara umum | Jawa | 3 | Dipakai untuk menyapa kakek/nenek sendiri; sering diikuti nama, mis. Eyang Sri. |
59 | Ci | keluarga Tionghoa-Indonesia, informal, untuk kakak perempuan atau perempuan yang lebih tua | Tionghoa-Indonesia (Medan, Jakarta) | 3 | dipakai sehari-hari memanggil kakak perempuan atau perempuan yang lebih tua; bentuk 'Cici' lebih umum |
6 | Bli | panggilan hormat sehari-hari untuk kakak laki-laki atau pria yang lebih tua; dipakai di keluarga maupun saat berdagang (penjual ke pembeli pria) | Bali | 3 | padanan perempuannya 'Mbok'; sering didengar di pasar, toko, dan warung di Bali |
34 | Ustadz | Memanggil laki-laki yang ahli/mengajar agama Islam: guru mengaji, penceramah, pimpinan pesantren; dipakai di pengajian, sekolah, dan pergaulan sehari-hari—formal maupun informal | Nasional di komunitas Muslim, khususnya Jawa dan perkotaan | 4 | Sapaan langsung ('Ustadz, mau ke mana?') atau 'Pak Ustadz'; prestise naik seiring ketenaran ceramahnya, bukan sekadar gelar |
45 | Buya | panggilan hormat untuk ulama/ayah, formal dan agama | Sumatera Barat (Minangkabau) | 4 | umum untuk ulama dan ayah di ranah Minang |
46 | Amang | keluarga; panggilan hormat kepada ayah atau laki-laki dewasa yang lebih tua dalam pergaulan adat Batak | Batak (Sumatera Utara) | 4 | Sehari-hari dipakai anak kepada ayah; juga untuk menyapa laki-laki yang dihormati di komunitas Batak. |
13 | Mamak | Panggilan untuk paman dari pihak ibu; tokoh penting dalam adat dan keluarga Minangkabau. Dipakai santai maupun resmi adat. | Sumatera Barat (Minangkabau); juga dikenal di Riau dan sebagian Melayu | 4 | Karena sistem matrilineal, mamak memegang peran penasihat garis keturunan ibu; bukan sekadar paman biasa. |
49 | Mak | Panggilan sehari-hari kepada ibu kandung atau perempuan yang lebih tua, lazim di lingkungan informal/pasar sebagai sapaan hormat yang akrab | Betawi (Jakarta) dan banyak daerah Melayu; juga dikenal di Makassar | 4 | Lebih hangat daripada 'Ibu'; sopan untuk orang tua, tapi tidak dipakai untuk acara resmi atau kepada pejabat. |
102 | Karaeng | formal/bangsawan; sapaan untuk keturunan bangsawan atau tokoh adat Bugis-Makassar | Sulawesi Selatan (Bugis/Makassar) | 4 | Dipakai sehari-hari terutama di lingkungan adat, berlaku untuk pria maupun wanita. |
111 | Teuku | Gelar kebangsawanan Aceh untuk laki-laki, dipakai di depan nama pada acara formal dan percakapan sehari-hari di Aceh | Aceh | 4 | Masih dipakai di dokumen resmi dan nama tokoh publik; padanan wanitanya 'Cut'. |
120 | Usi | Keluarga dan pergaulan sehari-hari, untuk menyapa kakak perempuan | Ambon/Maluku dan Indonesia Timur | 2 | Seperti 'kakak perempuan' dalam bahasa Ambon; lazim di rumah dan pertemanan. |
101 | Nyonya | formal/pelayanan, menyapa wanita bersuami | nasional, umum di perkotaan dan Tionghoa-Indonesia | 4 | Dipakai di hotel/restoran atau generasi tua; lebih formal daripada Bu. |
20 | Tengku | panggilan hormat untuk keturunan bangsawan Melayu, dipakai di depan nama, formal dan sehari-hari | Melayu (Aceh, Riau, Sumatera Utara) | 5 | Gelar turun-temurun dari garis kerajaan/sultan; tetap dipakai dalam pergaulan biasa, bukan hanya acara resmi. |
86 | Nyak | keluarga/informal, panggilan sehari-hari untuk ibu atau perempuan yang lebih tua | Lampung | 3 | Dipakai anak ke ibu atau ke perempuan tua di kampung, setara 'Mak' tapi khas Lampung. |
44 | Habib | gelar keagamaan untuk pria keturunan Ba'alawi (keluarga Nabi Muhammad) yang dihormati, dipakai saat menyapa atau menyebut nama tokoh agama pemuka | komunitas Arab-Hadhrami di Jakarta, Palembang, Surabaya, Banjarmasin, dan sekitarnya | 4 | dipakai sehari-hari di pengajian, ceramah, dan media, biasanya melekat pada nama depan tokoh, mis. Habib Luthfi |
105 | Oma | keluarga; dipakai anak/cucu memanggil nenek, juga untuk wanita tua yang disegani | Jakarta & kota besar (pengaruh Belanda/Tionghoa, kini umum di Indonesia urban) | 3 | Serapan Belanda, sehari-hari dan hangat; setara Opa untuk kakek. |
21 | Ajo | panggilan sehari-hari kepada kakak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua/dihormati; semi-formal, umum di keluarga dan lingkungan sosial Minang | Sumatera Barat (Minangkabau) | 3 | Dipakai luas sehari-hari, mis. 'Ajo, makan dulu' — juga untuk menghormati pria yang lebih tua seperti paman/abang, tidak terbatas saudara kandung. |
1 | Cak | panggilan sehari-hari untuk laki-laki, akrab tapi tetap sopan; semi-formal | Jawa Timur (Surabaya dan sekitarnya) | 3 | dipakai ke tetangga, pedagang, atau kenalan pria yang lebih tua/seumuran; padanan 'Mas' khas Jawa Timur |
116 | Pakcik | dipakai untuk memanggil laki-laki yang lebih tua atau paman, akrab tapi tetap hormat; informal keluarga/lingkungan Melayu | Sumatera (Melayu, Riau, Jambi, Palembang) | 3 | setara 'paman/pak tua', dipakai sehari-hari di pasar, kampung, dan keluarga; jamak juga di Malaysia |
106 | Saudara | formal/resmi, birokrasi, pengadilan, surat resmi, menyapa orang yang sederajat atau lebih muda | Nasional | 3 | dipakai sebagai sapaan formal yang menjaga jarak; untuk orang yang lebih tua atau dihormati dipakai Bapak/Ibu |
58 | Etek | Panggilan keluarga/umum Minang kepada bibi atau perempuan yang lebih tua (adik ibu/ayah); juga sapaan hormat nonformal | Minangkabau, Sumatera Barat | 3 | Dipakai setiap hari dalam keluarga Minang dan perantau; lebih akrab daripada 'Bundo'. |
114 | Abuya | gelar kehormatan untuk ulama/kiai dituakan di lingkungan pesantren, dipakai santri dan masyarakat saat berbicara atau merujuk padanya | Banten dan komunitas pesantren di Jawa | 5 | Dipakai sehari-hari oleh santri dan warga untuk menunjuk kiai sepuh/pemuka agama; bentuk penghormatan tinggi, tidak dipakai untuk orang muda. |
54 | Mang | Panggilan informal kepada laki-laki yang lebih tua atau penjual, di pasar/warung | Betawi/Jakarta (juga dipahami di kota-kota besar) | 3 | Singkatan dari mamang; akrab tapi tetap menghormati. |
108 | Saudari | formal, acara resmi, pidato, pemandu acara, rapat | nasional (seluruh Indonesia) | 3 | sebutan hormat untuk perempuan; pasangan dari 'Saudara' untuk laki-laki |
90 | Ndoro | formal/semi-formal, menghormati priyayi atau bangsawan Jawa | Jawa (Yogyakarta/Solo) | 5 | Dipakai untuk orang yang dihormati, misalnya istri pejabat atau kerabat keraton. |
84 | Dek | sapaan sehari-hari kepada adik, anak-anak, atau orang yang lebih muda; akrab tapi sopan | Indonesia umum | 2 | singkatan dari 'adik'; dipakai luas di berbagai daerah untuk memanggil orang yang lebih muda. |
92 | Puang | gelar bangsawan Toraja; dipakai memanggil kaum ningrat/keturunan bangsawan dan tokoh yang dituakan, formal maupun acara adat | Tana Toraja, Sulawesi Selatan | 5 | ucapan hormat yang bermartabat; jarang dipakai untuk orang biasa |
26 | Ning | panggilan hormat non-formal untuk anak perempuan kyai atau tokoh pesantren | Jawa Timur (lingkungan pesantren) | 3 | dipakai sehari-hari di santri dan masyarakat sekitar pesantren, sepadan dengan Gus untuk laki-laki |
72 | Ayuk | Keluarga dan keseharian: memanggil kakak perempuan atau perempuan yang lebih tua, termasuk yang baru dikenal | Palembang, Sumatera Selatan | 2 | Setara 'Mbak'; dipakai ke saudara perempuan, pedagang, atau perempuan muda di Palembang. |
103 | Makcik | panggilan hormat kepada perempuan yang lebih tua, baik keluarga (ibu saudara/om-om? bibi) maupun orang yang baru dikenal di kampung/pasar/lingkungan | Melayu (Sumatra Timur, Riau, Jambi, Kalimantan) dan dipahami luas di Indonesia | 3 | Dipakai sehari-hari seperti 'Makcik, ini berapa harganya?' sebagai bentuk sopan santun ke perempuan paruh baya yang bukan kerabat. |
78 | Tua | sapaan sehari-hari kepada laki-laki yang lebih tua, bukan keluarga, di Manado/Minahasa | Minahasa / Sulawesi Utara | 3 | Dipakai akrab tapi tetap hormat, seperti memanggil 'Bang' di Jakarta. Perempuan tua dipanggil 'Nene'. |
65 | Abang | tidak formal, sapaan kepada laki-laki yang lebih tua atau abang penjual | Betawi/Melayu (Jakarta, Sumatra) | 2 | dipakai ke kakak laki-laki atau pedagang laki-laki; sehari-hari di pasar dan keramaian. |
30 | Ibu | formal & keluarga: menyapa ibu kandung, perempuan dewasa yang dihormati, pejabat/guru perempuan | nasional (seluruh Indonesia) | 4 | dipakai sehari-hari baik di rumah, sekolah, kantor, hingga instansi resmi; netral dan aman untuk semua usia |
Gelar dan kata panggilan hormat yang benar-benar dipakai orang Indonesia — dari "Pak" dan "Bu" yang ada di mana-mana, sampai "Ompung" di Tanah Batak, "Daeng" di Makassar, "Raden" di Jawa, dan "Tengku" di Melayu. Setiap panggilan membawa cerita: ada yang soal keluarga, ada yang soal bangsawan, ada yang soal agama, ada yang soal dagang di pasar.
120 panggilan hormat dengan kolom:
| kolom | arti |
|---|---|
id |
nomor urut |
honorific |
panggilan hormat (mis. Mas, Mbak, Uda, Daeng, Romo) |
context |
kapan dipakai: formal / keluarga / daerah / agama / bangsawan (bisa kombinasi) |
region |
asal daerah pemakaian |
politeness |
tingkat kesopanan 1–5 (5 = paling hormat) |
note |
catatan singkat penggunaan sehari-hari |
{"id": 1, "honorific": "Cak", "context": "daerah, santai", "region": "Jawa Timur (Surabaya)", "politeness": 2, "note": "Panggilan akrab untuk laki-laki di Surabaya dan sekitarnya, sejajar dengan Mas di Jawa Tengah"}
Salah menyapa di Indonesia bisa bikin suasana kaku — atau malah hangat. Panggilan hormat adalah bagian penting etiket sosial yang jarang diajarkan ke model bahasa. Dataset ini berguna untuk:
politeness adalah skala relatif: panggilan bangsawan dan agama umumnya lebih tinggi daripada panggilan akrab.Dibuat dengan bantuan model bahasa (proxy combo) dan ditinjau ulang untuk akurasi budaya. Lisensi CC-BY-4.0.